DHCP ( Dynamic Host Configuration Protocol ) merupakan salah satu service yang paling penting dalam pembuatan jaringan. Service ini bertujuan membuat komputer menjadi host pada jaringan TCP/IP dan dapat melakukan kegiatan memberikan atau me-request IP sehingga dapat menjadi bagian dalam suatu jaringan. Pada jaringan lokal yang kecil, DHCP dapat diabaikan karena penggunaan IP static ( alamat IP tetap ) dapat dijadikan solusi yang tepat untuk berkomunikasi. Namun, bagaimana dengan network yang lebih besar? tentunya DHCP memegang peranan penting disini. Saya akan menjelaskan gambaran logika umum tentang DHCP.
Service DHCP dibagi menjadi 2 yaitu DHCP untuk client dan server. Nah, yang terlebih dahulu saya bahas adalah DHCP client. Gambaran sehari-hari adalah bila kita membawa laptop kita menuju hot spot area, menunggu beberapa detik lalu muncul peringatan pada laptop bahwa telah mendapatkan ip address xxx.xxx.xxx.xxx dan bisa melakukan koneksi internet. Dengan melihat alamat IP yang nilainya akan berubah-ubah bila berganti hot spot lain tentu membuat penasaran bukan? Ternyata OS ( baik Linux maupun Windows ) yang kita pakai pasti menggunakan metode obtain IP address dari DHCP bila ternyata kasusnya seperti gambaran sehari-hari diatas. Metode ini bertujuan menyuruh komputer kita untuk meminta alamat IP kepada server setempat dan nantinya server tersebut akan memberikan izin dengan membalas request kita melalui pengiriman IP address untuk kita pakai.
Jalan kinerjanya adalah dengan dhcp client tersebut, komputer kita sebagai host akan melakukan kontak dengan beberapa server setempat yang berada didalam jangkauan. Ketika menemukan server tersebut, biasanya kita akan bebas menentukan mau memakai server yang mana atau otomatis ditentukan oleh OS kita. Semua itu tergantung konfigurasi penentuan DHCP anda ( biasanya terlihat seperti penentuan koneksi hot spot yang ada dalam jangkauan. ). Ketika kita sudah memilih server yang mempunyai service DHCP-server, maka kita akan secara otomatis melakukan request kepada server tersebut. Komputer kita sebagai client meminta alamat IP sementara ( temporary ) untuk berkomunikasi pada jaringan yang ditangani oleh server tersebut. Nantinya, server akan secara otomatis memberikan balasan alamat IP kepada client. Tapi perlu di-ingat bahwa tidak semua server secara langsung memberikan alamat IP tersebut. ( akan dijelaskan pada DHCP server ). Sesuai dengan permintaan IP yang bersifat sementara, ketika kita memutuskan koneksi dengan server baik keluar dari jangkauan hot spot, shutdown, dst, maka alamat IP yang kita peroleh tadi akan musnah. Sehingga bila kita menghidupkan komputer pada tempat lain, maka IP yang telah didapat sebelumnya akan hilang.
Pada service DHCP server dimana service ini merupakan service yang sangat penting digunakan pada jaringan yang besar tentu memiliki fungsi berbeda dengan DHCP client. DHCP server ini berfungsi memberikan alamat kepada host yang tidak diketahui ( unknown host ) agar host tersebut dapat masuk ke dalam jaringan. DHCP server inimembuat list/daftar alamat IP yang disimpan pada tiap-tiap memori subnet network. Intinya, ketika service ini dijalankan maka sesuai dengan konfigurasi yang ada maka server sudah menyediakan daftar alamat-alamat IP yang siap dipakai oleh client. Logikanya, ketika client melakukan request maka server akan memberikan alamat IP yang sudah dilist sebelumnya. Konfigurasi pada DHCP server sangat bermacam-macam. Namun pada umumnya konfigurasinya berupa menentukan range alamat IP yang disediakan, pengaturan koneksi dan konfigurasi network. Pada service DHCP server ini bisa ditentukan berapa alamat IP yang disediakan. Berikut contoh konfigurasi DHCP server :
subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.224 {
range 10.5.5.26 10.5.5.28; <———– Range IP address
option domain-name-servers ns1.internal.example.org; <———– DNS server
option domain-name “internal.example.org”; <———- DNS
option routers 10.5.5.1; <———- pengaturan router
option broadcast-address 10.5.5.31; <———- alamat broadcast
default-lease-time 600; <———- waktu peminjaman 600 detik = 10 menit
max-lease-time 7200; <———- maksimum waktu peminjaman 7200 detik = 2 jam
}
Disini akan terlihat ternyata server hanya memberikan range alamat IP 10.5.5.26 sampai 10.5.5.28 ( 10.5.5.26, 10.5.5.27 dan 10.5.5.28 ). Jadi hanya disediakan 3 alamat IP saja.
Bila dalam jaringan ini sudah terdapat 3 user yang memakai IP tersebut maka orang keempat tidak bisa melakukan komunikasi dengan jaringan dikarenakan semua IP sedang terpakai.
Peminjaman IP sendiri dan pemilihan DNS ( domain name server ) bisa diatur sesuka hati.
Jadi kesimpulannya, bahwa untuk mendapatkan IP address dari DHCP server tentu dibutuhkan service dhcp client. Dhcp server dan client ini seperti kunci dan lubang kunci yang memiliki korelasi sangat erat.
sumber dari http://yodi.web.ugm.ac.id/

